Ramadhan Al Mubarak

01 September 2008

Petikan ucapan Imam As-Syahid Hassan Al-Banna sempena kedatangan Ramadhan Al-Muazzhom

Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, juga untuk segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat. Wahai Ikhwan yang mulia. Saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari sisi Allah yang diberkati dan baik:
Assalamua'laikum wa rahmatullah wa barakatuh....

Pada malam ini, yang merupakan akhir bulan Sya’ban, kita menutup serial kajian kita tentang Al-Qur’anul Karim, tentang kitab Allah swt. Insya Allah, pada sepuluh malam yang pertama bulan Syawal, kita kembali kepada tema tersebut. Setelah itu kita akan membuka serial baru dari ceramah-ceramah Ikhwan, yang temanya insya Allah: Kajian-Kajian tentang Sirah Nabi dan Tarikh Islam.

Ramadhan adalah bulan perasaan dan ruhani, serta saat untuk menghadapkan diri kepada Allah. Sejauh yang saya ingat, ketika bulan Ramadhan menjelang, sebagian Salafush Shalih mengucapkan selamat tinggal kepada sebagian lain sampai mereka berjumpa lagi dalam shalat ‘Id. Yang mereka rasakan adalah ini bulan ibadah, bulan untuk melaksanakan shiyam (puasa) dan qiyam (shalat malam) dan kami ingin menyendiri hanya dengan Tuhan kami.

Ikhwan sekalian, sebenarnya saya berupaya untuk mencari kesempatan untuk mengadakan kajian Selasa pada bulan Ramadhan, tetapi saya tidak mendapatkan waktu yang sesuai. Jika sebagian besar waktu selama setahun telah digunakan untuk mengadakan kajian-kajian tentang Al-Qur’an, maka saya ingin agar waktu yang ada di bulan Ramadhan ini kita gunakan untuk melaksanakan hasil dari kajian-kajian tersebut. Apalagi, banyak di antara ikhwan yang melaksanakan shalat tarawih dan memanjangkannya, sampai mengkhatamkan Al-Qur’an satu kali di bulan Ramadhan. Ini merupakan cara mengkhatamkan yang indah. Jibril biasa membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari Nabi saw. Sekali dalam setahun.
Nabi saw. mempunyai sifat dermawan, dan sifat dermawan beliau ini paling menonjol terlihat pada bulan Ramadhan ketika Jibril membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an beliau. Beliau lebih dermawan dan pemurah dibandingkan dengan angin yang ditiupkan.. Kebiasaan membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an ini terus berlangsung sampai pada tahun ketika Rasulullah saw. diberi pilihan untuk menghadap kepada Ar-afiq Al-A’la (Allah swt.), maka ketika itu Jibril membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an beliau dua kali. Ini merupakan isyarat bagi Nabi saw. bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir beliau hidup di dunia.

Ikhwan sekalian, Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Rasulullah saw.. pernah bersabda mengenainya;

“Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalangi-nya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafa ‘at untuknya.’ Sedangkan Al-Qur’an akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dan tidur di malam hari, maka perkenankan aku memberikan syafaat untuknya. ‘Maka Allah memperkenankan keduanyamemberikan syafaat.”
(HR. Imam Ahmad dan Ath Thabrani)

Wahai Ikhwan, dalam diri saya terbetik satu pemikiran yang ingin saya bicarakan. Kerana kita berada di pintu masuk bulan Puasa, maka hendaklah pembicaraan dan renungan kita berkaitan dengan tema bulan Ramadhan. Ikhwan sekalian, kita telah berbicara panjang lebar tentang sentuhan perasaan cinta dan persaudaraan yang dengannya Allah telah menyatukan hati kita, yang salah satu dampaknya yang paling terasa adalah terwujudnya pertemuan ini kerana Allah. Bila kita tidak akan berjumpa dalam masa empat pekan atau lebih, maka bukan berarti bara perasaan ini harus padam atau hilang. Kita tidak mesti melupakan prinsip-prinsip luhur tentang kemuliaan dan persaudaraan kerana Allah, yang telah dibangun oleh hati dan perasaan kita dalam majelis yang baik ini..

Sebaliknya, saya yakin bahwa ia akan tetap menyala dalam jiwa sampai kita biasa berjumpa kembali setelah masa percutian ini, insyaAllah. Jika ada salah seorang dari Anda melaksanakan shalat pada malam Rabu, maka saya berharap agar ia mendoakan kebaikan untuk ikhwannya. Jangan Anda lupakan ini! Kemudian saya ingin Anda selalu ingat bahwa jika hati kita merasa dahaga akan perjumpaan ini selama minggu-minggu tersebut, maka saya ingin Anda semua tahu bahwa dahaganya itu akan dipuaskan oleh mata air yang lebih utama, lebih lengkap, dan lebih tinggi, yaitu hubungan dengan Allah swt., yang merupakan cita-cita terbaik seorang mukmin bagi dirinya, di dunia maupun akhirat.

Kerana itu, Ikhwan sekalian, hendaklah Anda semua berusaha agar hati Anda menyatu dengan Allah swt. Pada malam-malam bulan mulia ini. Sesungguhnya puasa adalah ibadah yang dikhususkan oleh Allah swt. bagi diri-Nya sendiri.

“Semua amalan anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. la untuk-Ku dan Aku akan memberikan balasannya.”

Ini, wahai Akhi, mengisyaratkan bahwa setiap amal yang dilaksanakan oleh manusia mengandung manfaat lahiriah yang bisa dilihat, dan di dalamnya terkandung semacam bagian untuk diri kita. Kadang-kadang jiwa seseorang terbiasa dengan shalat, sehingga ia ingin melaksanakan banyak shalat sebagai bagian bagi dirinya. Kadang-kadang ia terbiasa dengan dzikir, sehingga ia ingin banyak berdzikir kepada Allah sebagai bagian bagi dirinya..

Kadang-kadang ia terbiasa dengan menangis kerana takut kepada Allah, maka ia ingin banyak rnenangis kerana Allah sebagai bagian bagi dirinya. Adapun puasa, wahai Akhi, di dalamnya tidak terkandung apa pun selain larangan. Ia harus melepaskan diri dari bermacam keinginan terhadap apa yang menjadi bagian dirinya. Bila kita terhalang untuk berjumpa satu sama lain, maka kita akan banyak berbahagia kerana bermunajat kepada Allah swt. Dan berdiri di hadapan-Nya, khusus-nya ketika melaksanakan shalat tarawih.

Ikhwan sekalian, hendaklah senantiasa ingat bahwa Anda semua berpuasa kerana melaksanakan perintah Allah swt. Maka berusahalah sungguh-sungguh untuk beserta dengan Tuhan Anda dengan hati Anda pada bulan mulia ini.. Ikhwan sekalian, Ramadhan adalah bulan keutamaan. Ia mempunyai kedudukan yang agung di sisi Allah swt. Hal ini telah dinyatakan dalam kitab-Nya,

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeza (antara yang haq dan yang batil).”
(Al-Baqarah:185)

Wahai Akhi, pada akhir ayat ini Anda mendapati:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”
(Al-Baqarah: 185)

Puasa adalah kemanfaatan yang tidak mengandung bahaya. Dengan penyempurnaan puasa ini, Allah swt.. akan memberikan hidayah kepada hamba-Nya. Jika Allah memberikan taufiq kepada Anda untuk menyempurnakan ibadah puasa ini dalam rangka menaati Allah, maka ia adalah hidayah dan hadiah yang patut disyukuri dan selayaknya Allah dimahabesarkan atas karunia hidayah tersebut.

“Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur.”
(Al-Baqarah: 185)

Kemudian, lihatlah wahai Akhi, kesan dari semua ini.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
(Al-Baqarah; 186)

Wahai Akhi, di sini Anda melihat bahwa Allah Yang Maha Benar meletakkan ayat ini di tempat ini untuk menunjukkan bahwa Dia swt. paling dekat kepada hamba-Nya adalah pada bulan mulia ini. Allah swt. telah mengistimewakan bulan Ramadhan. Mengenai hal ini terdapat beberapa ayat dan hadits. Nabi saw. bersabda,

“Jika bulan Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu, kemudian datang seorang penyeru dari sisi Allah Yang Mahabenar swt “Wahai pencari kejahatan, berhentilah! Dan wahai pencari kebaikan, kemarilah!"

Wahai Akhi, pintu-pintu surga dibuka, kerana manusia berbondong-bondong melaksanakan ketaatan, ibadah, dan taubat, sehingga jumlah pelakunya banyak. Setan-setan dibelenggu, kerana manusia akan beralih kepada kebaikan, sehingga setan tidak mampu berbuat apa-apa. Hari-hari dan malam-malam Ramadhan, merupakan masa-masa kemuliaan yang diberikan oleh Al-Haq swt., agar orang-orang yang berbuat baik menambah kebaikannya dan orang-orang yang berbuat jahat mencari karunia Allah swt. sehingga Allah mengampuni mereka dan menjadikan mereka hamba-hamba yang dicintai dan didekatkan kepada Allah.

Keutamaan dan keistimewaan paling besar bulan ini adalah bahwa Allah swt. telah memilihnya menjadi waktu turunnya Al-Qur’an. Inilah keistimewaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhan. Kerana itu, Allah swt. mengistimewakan dengan menyebutkannya dalam kitab-Nya.

” (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an.”
(Al-Baqarah: 185)

Ada ikatan hakikat dan fisik antara turunnya Al-Qur’an dengan bulan Ramadhan. Ikatan ini adalah selain bahwa Allah telah menurunkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan, maka di bulan ini pula Dia mewajibkan puasa. Kerana puasa artinya menahan diri dari hawa nafsu dan syahwat. Ini merupakan kemenangan hakikat spiritual atas hakikat material dalam diri manusia. Ini berarti, wahai Akhi, bahwa jiwa, ruh, dan pemikiran manusia pada bulan Ramadhan akan menghindari tuntutan-tuntutan jasmani. Dalam kondisi seperti ini, ruh manusia berada di puncak kejernihannya, kerana ia tidak disibukkan oleh syahwat dan hawa nafsu. Ketika itu ia dalam keadaan paling siap untuk memahami dan menerima ilmu dari Allah swt. Kerana itu, bagi Allah, membaca Al-Qur’an merupakan Ibadah paling utama pada bulan Ramadhan yang mulia.
Pada kesempatan ini, Ikhwan sekalian, saya akan meringkaskan untuk Anda semua pandangan-pandangan saya tentang kitab Allah swt., dalam kalimat-kalimat ringkas. Wahai Ikhwan yang mulia, tujuan-tujuan asasi dalam kitab Allah swt. dan prinsip-prinsip utama yang menjadi landasan bagi petunjuk Al-Qur’an ada empat:

1.. Perbaikan Aqidah
Anda mendapati bahwa Al-Qur’anul Karim banyak menjelaskan masalah aqidah dan menarik perhatian kepada apa yang seharusnya tertanam sungguh-sungguh di dalam jiwa seorang mukmin, agar ia bisa mengambil manfaatnya di dunia dan di akhirat. Keyakinan bahwa Allah swt. adalah Yang Maha Esa, Yang Mahakuasa, Yang menyandang seluruh sifat kesempurnaan dan bersih dari seluruh kekurangan. Kemudian keyakinan kepada hari akhir, agar setiap jiwa dihisab tentang apa saja yang telah dlkerjakan dan ditinggal kannya. Wahai Akhi, jika Anda mengumpulkan ayat-ayat mengenai aqidah dalam Al-Qur’an, niscaya Anda mendapati bahwa keseluruhannya mencapai lebih dari sepertiga Al-Qur’an.
Allah swt. berfirman dalam surat Al-Baqarah;

“Hai manusia, beribadahlah kepada Rabb kalian Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian; kerana itu janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kalian mengetahui.”
(Al-Baqarah: 21-22)

Wahai Akhi, setiap kali membaca surat ini, Anda mendapati kandungannya ini melintang di hadapan Anda. Allah swt. juga berfirman dalam surat Al-Mukminun,

“Katakanlah, Kepunyaan siapa-kah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘Maka apakah kalian tidak ingat?’ Katakanlah, ‘Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘Maka apakah kalian tidak bertaqwa?’ Katakanlah, ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (adzab)-Nya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kalian ditipu?’ Sebenar-nya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.”
(Al-Mukminun: 84-90)

Allah swt. juga berfirman di surat yang sama;

“Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak pula mereka saling bertanya. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikannya) maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangan (kebaikannya), maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam.”
(Al-Mukminun: 101-103)

Allah swt. juga berfirman;

“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat. Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. Dan manusia bertanya, ‘Mengapa bumi (jadi begini)?’ Pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Kerana sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”
(Az-Zalzalah: 1-8)

Allah swt. berfirman;

“Hari Kiamat. Apakah hari Kiamat itu? Tahukah kalian apakah hari Kiamat itu?” (Al-Qari’ah: 1-3) Dalam surat lain Allah berfirman, “Bermegah-megahan telah melalaikan kalian. Sampai kalian masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian itu). Dan janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui.”
(At-Takatsur: 1-4)

Wahai Akhi, ayat-ayat ini menjelaskan hari akhirat dengan penjelasan gamblang yang bisa melunakkan hati yang keras.

2. Pengaturan Ibadah

Anda juga membaca firman Allah swt. mengenai ibadah. “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.”
(Al-Baqarah: 43)

“…diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian.”
(Al-Baqarah: 183)

“…mengerjakan haji adalah kewa-jiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (Ali-Imran: 97)

Maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”
(Nuh: 10)

Dan banyak lagi ayat-ayat lain mengenai ibadah.

3. Pengaturan Akhlak

Mengenai pengaturan akhlak, wahai Akhi, Anda biasa membaca firman Allah swt.
“Dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya.”
(Asy-Syams: 7-8)

“…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada dalam diri mereka sendiri.”
(Ar-Ra’d:11)

“Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. (Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian. Dan orang-orang yang sabar kerana mencari ridha Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (Yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shalih dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (Sambil mengucapkan), ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu),’ maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”
(Ar-Ra’d: 19-24)

Wahai Akhi, Anda mendapati bahwa akhlak-akhlak mulia bertebaran dalam kitab Allah swt. dan bahwa ancaman bagi akhlak-akhlak tercela sangatlah keras.

“Dan orang-orang yang memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam).”
(Ar-Ra’d: 25)

Inilah peraturan-peraturan tersebut, Ikhwan sekalian, sebenarnya, peraturan-peraturan itu lebih tinggi daripada yang dikenal oleh manusia, kerana di dalamnya terkandung semua yang dikehendaki manusia untuk mengatur urusan masyarakat. Ketika mengupas sekelompok ayat, maka Anda mendapati makna-makna ini jelas “Seperempat Juz Khamr” dalam Al-Quran yang diawali dengan

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi”
(Al-Baqarah: 219)

lebih dari dua puluh lima hukum praktis: tentang khamr, judi, anak-anak yatim, pernikahan laki-laki dan wanita-wanita musyrik, haid, sumpah, ila’, talak, rujuk, khuluk, nafkah, dan hukum-hukum lainnya yang banyak sekali Anda dapatkan dalam seperempat juz saja. Hal ini kerana surat Al-Baqarah datang untuk mengatur masyarakat Islam di Madinah.

Ikhwan tercinta, hendaklah Anda semua menjalin hubungan dengan kitab Allah. Bermunajatlah kepada Tuhan dengan kitab Allah. Hendaklah masing-masing dari kita memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang telah saya sebutkan ini, kerana itu akan memberikan manfaat yang banyak kepada Anda, wahai Akhi. Insya Allah Anda akan mendapatkan manfaat darinya.
Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Sayidina Muhammad dan kepada segenap keluarga dan sahabatnya.

Mujur...

28 August 2008



Suatu malam, dialog di unit kecemasan, Hospital Besut (orang Jerteh panggil Spital Jerteh).

Pesakit : Aduh! sakit ni abahnyo...mujo idup lagi anok abah ni! (Aduh! it's very painful, dad! Lucky, i'm still alive!)

Ayah : Lagu mano anok ambo ni doktor? (doctor, how's my son?)

Doktor : Biar sayo check dulu... Dio blago ngan gapo ni pokcik? ( Let me examine him first.... Pakcik, how the accident occurs?)

Ayah : Dia kena tepuh ko lori! ( He was hit by a lorry!)

Pesakit : Buke lori abah, ven ike! ( It wasn't a lorry, it was a fish van!)

Ayah : Mujo buke lori! Pah tu? Terok ko ni doktor? (Lucky it wasn’t a lorry .Then? Was he seriously injured?)

Doktor : Napoknyo kaki dio patoh sebeloh…… (One leg was broken...)

Ayah : Mujo buke patoh dua dua…. (Luckly both legs weren’t broken)

Pesakit : Abah, tu pong mujo dreba ven sempat brek. (dad, It was lucky that the van driver branked in time)

Ayah : Mujo ven tu tok laju…. (Lucky the van wasn’t going fast….)

Doktor: Alhamdulillah.... mujo ambo hok oncall male ni.... (Alhamdulillah... lucky that i'm the one who oncall tonight..)

Moral of the story: jadilah hamba yang bersyukur...

Banyaknya kuih?

17 August 2008


Suatu malam selepas solat isyak di balasah(surau) Haji Nor, Kedai Mulong. Para jemaah dijamu dengan kuih muih sumbangan seorang penduduk yang baik hati.

Ketika menjamu selera, seorang pakcik berkata "Banyaknya kuih!"

Saya menjawab dalam hati, "Sebenarnya bukan kuih yang banyak, tapi kita yang sedikit...."

Moral of the story: jom imarahkan surau/masjid!

Pasang telinga...

12 August 2008

Sekolah memandu, 2.00pm. satu jam lagi sebelum tiba giliran saya membuat latihan. Mata saya melirik ke arah sekumpulan orang. Kelihatan seorang cikgu memandu sedang memberitahu sesuatu kepada 3 pelajar yang juga sedang menunggu giliran. Saya memasang telinga….

“Niat ni umpamo sekor semuk hite di atah batu hok hite, di male hok gelak. Tok napok, tapi ado… bergerok…” (Niat ni umpama semut hitam di atas batu yang hitam, di malam yang gelap. Tak nampak, tapi ada, sedang bergerak..)


Rupa-rupanya cikgu tersebut sedang memberi pengisian rohani kepada pelajar-pelajarnya! Satu fenomena yang jarang berlaku. Saya terus memasang telinga, turut sama mendengar.

Sebagai seorang muslim, cikgu tersebut melaksanakan kewajipannya untuk berdakwah. Walaupun sebagai guru memandu, beliau telah memanfaatkan posisinya itu untuk berdakwah kepada ‘target group’ yang berada dalam lingkungan kerjanya.

Tanyalah kepada diri sendiri, "Apakah posisiku sekarang?" Pelajar? Doktor? Jururawat? Guru? Peguam? Staff? Pegawai? Wartawan?

Kemudian tanyalah pula, “Sejauh mana aku memanfaatkan posisi itu untuk kebaikan Islam?”

Apapun alasan, “saya bukan ustaz” “ saya tak cukup ilmu….” “saya jahat..” “saya tak layak.” bukanlah tiket untuk melepaskan diri dan berada dalam ‘comfort zone’ yang sebenarnya temporari lagi palsu. Persiapkanlah diri untuk bersama-sama memberi sumbangan kepada Islam agar dapat berada dalam ‘comfort zone’ yang permanent di akhirat kelak…

Firman Allah dalam surah As-Saff:

“Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (10)


(Iaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasulnya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui. (11)


Niscaya Allah mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam syurga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung. (12)


Dan kurnia yang lain yang kamu sukai (iaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin. (13)”



Buka mata, cari kebenaran
Tepuk dada, Tanya iman.

Minds...

10 August 2008


Great minds discuss ideas


"Agenda reform Pakatan Rakyat kembali ke landasan yang tepat dan harapan baru untuk Malaysia sudah semakin dekat"





-Anwar Ibrahim




Average minds discuss events

"Saya sudah cakap dari awal lagi, kedua-duanya (pilihan raya dan kes liwat) adalah isu yang berasingan," katanya pada satu sidang akhbar.






Small minds discuss people
"Kepada Rakyat Malaysia yang dikasihi, ingin saya tegaskan di sini bahawa isu ini adalah ISU PERIBADI antara saya dan Anwar. Saya harap agar seluruh rakyat Malaysia bertenang dan tidak termakan dengan taktik kotor si MUNAFIK yang sedang dalam kelemasan ini."

....

How about your mind?


..........?

Stress? Tension? Tertekan?

07 August 2008

Yellow zone, A&E HUSM. Jam menunjukkan pukul 1.30 pagi. Tinggal 30 minit lagi sebelum berakhirnya oncall pada hari tersebut. (oncall student posting A&E sampai pukul 2.00 pagi sahaja). Saya dan beberapa lagi student yang oncall sedang mendengar celoteh seorang doktor yang bertugas pada malam tersebut. Pelbagai perkara yang dibincangkan. Akademik, clinical, masalah sikap pegawai perubatan, kualiti perkhidmatan HUSM, pengalaman di hospital lain, dan banyak lagi. Di penghujung celotehnya, doktor tersebut berpesan kepada kami (dalam bahasa Inggeris, tapi saya terjemahkan dalam bahasa Melayu- mungkin ada sedikit tokok tambah..)


“Belajar medic ni agak stress dan tertekan. Kamu semua harus mempunyai perkara lain (selain belajar) untuk dibuat pada hujung minggu. Keluar jalan2, tonton wayang, memancing, tengok movie.... untuk releas’kan tension. Tapi jangan sampai perkara tu mengabaikan study pulak…. bla….. bla….bla…”


Saya bertanya kepada diri sendiri….

Stress? Tertekan? Hmm… ada la jugak especially masa nak dekat end of posting examination dan ditambah lagi buku log yang masih banyak belum terisi.

Perkara lain selain belajar?
Hmm… ada la jugak contohnya menulis blog, pelihara ikan (guppy, neon tetra, smakin, jelawat, MPKB, lapan, kap, black Oscar),pelihara udang, martial art, balik ke rumah, basuh
baju, basuh motor,….



Persoalannya, betulkah perkara-perkara tersebut mereleaskan tension? Hmm.. ada la jugak berkurang sedikit tekanan apabila:

1.Meluahkan apa yang terbuku di hati melalui penulisan di blog
2.Melihat ikan berenang-renang dalam akuarium.
3.Menendang sekuat hati semasa latihan silat
4.Melihat wajah mak dan ayah kat rumah.
5.Melihat baju yang akhirnya tersidai diampaian selepas seminggu diperap di dalam baldi.


Tekanan berkurang sedikit sahaja? Kenapa tidak hilang 100%? Apa puncanya? Adakah kerana ‘stress management’ yang kurang efekif?

Sesungguhnya Islam ada jawapannya.


Firman Allah, Maksudnya :

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. Ingatlah hanya dengan mengingati Allah hati akan menjadi tenteram.”

(Ar-Ra’d :28)


Peliharalah ikan banyak mana pun, tendanglah sekuat mana pun, tapi kalau tidak berzikir mengingati Allah hati tidak akan tenteram. (berzikir pula mesti mengikut apa yang disyariatkan. Jangan sampai melakukan bid’ah idhafiyyah pulak.)

Hadith Nabi s.a.w. pula:

Diriwayatkan daripada Anas bin Malik daripada Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesiapa akhirat menjadi niat dan tumpuannya, Allah s.w.t. meletakkan kekayaan dalam hatinya dan menyatukan urusan-urusannya yang berselerak dan dunia datang dengan tunduk kepadanya. Sesiapa yang dunia menjadi niat dan tumpuannya maka Allah s.w.t. meletakkan kefaqiran di antara kedua matanya dan meyelerakkan urusan-urusannya dan dunia tidak datang kepadanya kecuali apa yang telah ditentukan untuknya.

(al-Tirmizi)


Tepuk dada, tanya diri sendiri: Apakah niat aku belajar bidang perubatan?

AGM PSP

06 August 2008

Alhamdulillah, berakhir sudah tampuk pemerintahan kami sebagai HICOM & EXCO PSP sesi 07/08. AGM yang diadakan semalam telah memilih barisan kepimpinan baru yang diharapkan dapat menerajui PSP kearah kecemerlangan dan menaikkan nama USM.

Seperti tahun-tahun yang lepas, AGM kali ini juga dimulakan agak lewat dari masa yang dirancang. (bukan salah ajk AGM). Bila la agaknya masyarakat kita nak berubah supaya lebih menepati masa? Teringat perbualan Frodo dan Gandalf dalam cerita The Lord of The Ring:

Frodo: You're late.


Gandalf: A wizard is never late, Frodo Baggins. Nor is he early. He arrives precisely when he means to.

Tapi kita bukannya ahli sihir. Boleh sesuka hati men’teleport’kan diri ke mana sahaja. Jadi kena la cuba aturkan masa. Sikap lewat hadir ke mesyuarat bukan sahaja menyusahkan ahli lain yang datang awal malah sesuatu yang tidak adil kepada mereka. Mereka juga mempunyai urusan-urusan lain yang terpaksa ditinggalkan. Lebih menakutkan lagi, sikap negatif ini juga boleh menjadi wabak yang akan menjangkiti bukan sahaja ahli, malah exco atau HICOM yang lemah sistem ‘immune’. [penulis juga kadang-kadang dijangkiti oleh wabak tersebut]

Selain itu, kehadiran juga kurang memuaskan dan tidak seimbang dari segi taburan kaum. Kelihatannya pelajar Melayu lebih mendominasi. Kesannya, semua HICOM yang dilantik dalam AGM tersebut terdiri daripada pelajar Melayu dan tiada pencalonan daripada kaum lain. Tidak hairanlah jika ada yang mengatakan PSP ialah persatuan untuk orang Melayu(Muslim) sahaja.


So, satu cabaran buat kepimpinan baru untuk mempengaruhi lebih ramai lagi ahli dari kaum Cina & India supaya melibatkan diri dalam kegiatan persatuan. En Zul, mewakili BHEPP dalam ucapannya menyebut:


“ ...kepimpinan didefinisikan sebagai seni atau proses mempengaruhi kegiatan manusia yang berkaitan dengan tugas mereka, supaya mereka rela bergiat dan berusaha ke arah pencapaian goal organisasi.”
Mampukah kepimpinan baru mempengaruhi pelajar India dan Cina untuk bersama mereka dalam kegiatan persatuan? Tunggu dan lihat…

Jika dibandingkan AGM tahun-tahun yang lepas di mana ahli lebih cenderung menerima segala laporan yang dibentangkan tanpa banyak persoalan, AGM pada tahun ini menunjukkan sedikit perubahan apabila terdapat beberapa ahli yang ‘berkaliber’ bangkit menanyakan soalan demi soalan semasa sesi perbentangan laporan aktiviti dan kewangan. Ini menunjukkan masih ada ahli yang ‘cakna’ dengan apa yang telah dibuat oleh pihak persatuan sepanjang sesi 07/08.

Apapun, semoga persoalan yang dikemukakan adalah bertujuan untuk meningkatkan lagi prestasi persatuan, bukannya untuk melepaskan geram atau menjatuhkan kredibiliti HICOM dan EXCO-EXCO persatuan….. jangan sampai umpama meludah ke langit, kelak jatuh ke muka sendiri....